LEGENDA DESA KARANGPAKIS

LEGENDA DESA KARANGPAKIS
LEGENDA DESA KARANGPAKIS

Desa karangpakis adalah satu desa yang terletak di daerah pesisir selatan yang memiliki adat istiadat dan budaya kolaborasi Kejawan, Hindu, Budha, Islam dengan alat komunikasi penduduk menggunakan bahasa Jawa Banyumasan.
Secara geografis desa Karangpakis terletak di sebelah utara Samudera Hindia, sebelah timur desa Banjarsari, sebelah barat desa Karangtawang, sebalah utara desa Karangsembung. Dengan kondisi alam pedesaan seperti itu mempengaruhi pola hidup masyarakat dengan mata pencaharian sebagai nelayan, petani, penderes, peternak, pedagang dan pengusaha di bidang jasa.
Desa Karangpakis adalah sebuah nama yang diambilkan dari kisah pengembaraan Raden Sahid/Lokajaya (Sunan Kalijaga) yang menemukan daerah yang banyak tumbuh pohon pakis dan akhirnya daerah tersebut dinamakan Desa Karangpakis. Versi lain ada cerita yang turun temurun diceritakan oleh para orang tua kepada anak cucunya tentang kisah tembem dan gandamaya, berikut kurang lebih ceritanya

TEMBEM DAN GANDAMAYA
 
Dikisahkan pada jaman dahulu, ada dua orang saudara seperguruan yaitu GANDAMAYA dan TEMBEB. mereka sama- sama memiliki kesaktian dan senjata sakti, Pedang Kyai Tembem dan Tombak kyai Kelob.

Namun salah satu dari mereka yaitu Gandamaya memiliki tabiat yang tidak baik yaitu suka mencuri. hal itu diketahui oleh saudaranya yaitu Tembem. sehingga oleh saudaranya itu, diperingatkan untuk tidak mencuri didaerah kidul wetan (tenggara)
yaitu antara desa Jetis dan Banjarsari.
LEGENDA DESA KARANGPAKIS
Pedang Kyai Tembem
Pada suatu malam, Gandamaya melakukan kegemarannya itu di daerah Klumprit, namun karena hasilnya sedikit Gandamaya kemudian mencari tambahan lagi dengan berjalan kearah selatan kedaerah Banjareja dan Jetis.
Karena sudah sesuai dengan yang ia inginkan akhirnya ia pun kembali. namun Gandamaya ini lupa bahwa ia pernah dijanji oleh Tembem saudara seperguruannya untuk tidak mencuri diwilayah
kidul wetan.
LEGENDA DESA KARANGPAKIS
Tombak Kyai Kelob
Gandamaya melanjutkan perjalanan pulangnya kearah barat melalui Banjarsari. suasana malam gelap gulita mendadap menjadi terang benderang ketika Gandamaya berjalan dengan membawa Pedang sakti yang menyala.
Hal ini dapat diketahui oleh saudaranya Tembem. Tembem yang notabene memiliki kegemaran berbeda dengan gandamaya pun mencari asal cahaya itu, hingga akhirnya bertemu saudaranya itu didesa Karangpakis. singkatnya, terjadilah sebuah pertempuran sengit antara saudara seperguruan itu.
Keduanya sama- sama sakti, sehingga tidak ada yang saling mengalahkan. konon, mereka bertarung selama 7 hari 7 malam. karena kelelahan, mereka pun beristirahat dengan mencoba untuk duduk. tetapi karena senjatanya adalah tombak yang panjang, pada saat mencoba untuk duduk pedang itu tertancap dipunggungnya
Melihat saudara terluka oleh senjatanya sendiri Gandamaya pun berniat untuk menolongnya dengan mencoba menarik tombak itu. namun untung tak dapat diraih malang tak dapat dihindari, pada saat yang sama dia pun tertusuk oleh pedangnya sendiri.
Karena sama- sama terluka akhirnya Tembem berlari kearah timur menuju dusun siapit, dengan darah bercucuran sepanjang jalan. karena kesaktiannya darah dari Gandamaya ini adalah darah abadi Sehingga sampai saat ini, masyarakat Karangpakis menganggap bahwa sawah disiapit disebelah selatan jalan airnya selalu keruh dan berwarna merah darah itu adalah darah abadi Gandamaya, dan dikenal dengan nama tanah Kabangan.
Tembem pun tewas. Akhirnya kedua saudara seperguruan itu tewas oleh senjata mereka masing- masing. dan oleh penduduk setempat jasadnya dimakamkan terpisah Tembem di sebelah barat yang dikenal dengan makam Sigandu dan gandamaya di sebelah timur dikenal dengan nama makam Atas Angin.
Dan sampai saat ini senjata sakti berupa tombak kyai Kelob masih ada lho, dan tersimpan dirumah sesepuh desa. ada kepercayaan lagi bahwa siapapun yang memegang ataupun merawat senjata itu dia akan menjadi pemimpin didesa Karangpakis.
So,.. bagi yang ingin menjadi Kepala desa, Bupati, Gubernur, Presiden silahkan berburu senjata tersebut dengan bertapa karena konon senjata ini akan datang sendiri kepada orang yang memang menginginkannya. hehehe...
Itulah legenda yang ada didesa Karangpakis, cerita ini turun temurun disampaikan sekarang. Yang pasti benar adalah keyakinan kita kepada Alloh SWT...
semoga menambah pengetahuan anda...
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar